Keseruan Menyusuri Hutan Nusakambangan

Keseruan Menyusuri Hutan Nusakambangan ini tak pernah terlupakan. Bahkan ada kerinduan untuk kembali berkunjung ke sana. Saya masih penasaran suasana ketika bunga-bunga sedang bermekaran di semak-semak seputar pantai. Waktu pertama kali berkunjung ke sana, belum sempat menyaksikannya karena belum tiba musimnya.

Tempat tujuan utama waktu itu adalah Pantai Kali Kencana. Namun untuk menuju ke sana, kami harus menyusuri jalan di tengah Hutan Nusakambangan. Butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk tiba di tempat tujuan. Saya tertarik mengunjunginya, setelah melihat postingan salah seorang teman di instagram. Begitu indah rupanya..!!!

INILAH Keseruan Menyusuri Hutan Nusakambangan

Waktu itu, saya diberangi dua orang teman. Mas Puji, eks pebisnis Herbalife yang kemudian sekarang bersama saya di Komunitas Bisnis ECOM. Seorang teman lagi ialah Mas Lukman, pemain muda sepakbola Kabupaten Cilacap. Di tengah perjalanan menyusuri hutan Nusakambangan, ternyata kami keluarga petani di sana.

1. Bincang-bincang dengan Keluarga Petani Gula Kelapa

Saya bilang petani aza biar gampang. Penghasilan utama mereka sebenarnya dari produksi gula kelapa. Selain bercocok tanam untuk kebutuhan sehari-harinya. Ada 3 keuarga di sana, mereka tinggal di gubuk sederhana. Namun, saya waktu itu hanya sempat bertemu dengan keluarga Bu Mirah dan Pak Mulyanto. Saya sempat berbincang-bincang, sekitar 15 menitan, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Mereka tampak berbahagia dalam kesederhanaannya. Hidup di tengah hutan tanpa hingar-bingar keramaian kota. Tanpa penerangan listrik, dan hanya mengandalkan cahaya lampu “cempor”. Namun kedamaian menyelimuti kehidupan keluarga ini. Setiap hari merika dihibur dengan merdunya kicauan burung. Juga aneka ragam suara “penghuni” hutan lainnya.

2. Minuman Favorit Teman di Setiap Perjalanan

Setelah cukup beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan.Β Walau kami tidak buru-buru, tapi namanya menyusuri hutan belantara, ya lumayan menguras energi. Namun seperti biasanya dalam setiap perjalanan, untuk menjaga stamina dan kesehatan, saya selalu membawa minuman favorit ini. Ya, apalagi kalau bukan ProArgi-9+ yang sangat fenomenal di berbagai negara. Apalagi medan sepanjang perjalanan cukup menantang. Banyak duri, bebatuan, tanah licin, dan… ah seru pokoknya..!!! πŸ™‚

3. Indahnya Ssuasana Pantai Kali Kencana

Perjalanan dilanjut…. Turun naik bukit, menyebrangi sungai, dan membelah semak-semak. Akhirnya, tibalah di tempat yang kami tuju. Subhanallaah…!!! Memang indah suasananya, walau saat itu belum tiba musim bunga yang biasanya bermekaran di semak-semak seputar pantai. Damai rasanya hidup ini, serasa memiliki pantai pribadi… xixixix… πŸ™‚

4. Pesan untuk Para Penikmat Alam

Pantainya benar-benar masih FRESH… Walau di beberapa titik ada tumpukan sampah, namun berupa sampah alam. Tidak banyak sampah plastik atau kaleng dan botol minuman seperti di kebanyakan pantai. Ya, mungkin karena jarang yang mau berkunjung ke sana karena harus menempuh medan yang cukup menantang. Hanya sedikit orang yang suka dengan petualangan seperti itu πŸ™‚

Nah, berikut pesan saya untuk para penikmat alam…

5. Penyebrangan Pergi-Pulang Nusakambangan

O iya… Perjalanan menuju dan pulang dari Nusakambangan itu harus naik perahu. Taripnya waktu itu hanya 75 ribu pergi pulang. Kita diantar dari Pantai Teluk Penyu menyebrak ke pinggir Hutan Nusa Kambangan. Nanti sore pas kita pulang, baru dijemput lagi. Jangan lupa ya… Minta Nomor HP Kontak Nelayan Pemilik Perahunya, biar gampang menghubungi. πŸ™‚

Nah, itulah sekilas Keseruan Menyusuri Hutan Nusakambangan menuju Pantai Kali Kencana. Jika Anda suka dengan petualangan dan sempat mampir di Kabupaten Cilacap, Kali Kencana Recomended banget dah… πŸ™‚

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *